Featured post

Saya Bangga Jadi Orang Indonesia

Peluh demi peluh, akhirnya terbayar saat Indonesia mengumumkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Merdeka!! Bangsa Indonesia...

Monday, 31 October 2016

Saya Bangga Jadi Orang Indonesia


Peluh demi peluh, akhirnya terbayar saat Indonesia mengumumkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Merdeka!! Bangsa Indonesia telah resmi merdeka dari kaum penjajah dan bebas untuk menentukan pilihan untuk hidup tanpa belenggu tangan-tangan penjajah lagi.

Terlahir menjadi orang Indonesia memang bukan pilihan kita. Itu merupakan takdir dari sang Maha Pencipta. Dia telah menciptakan manusia dengan sempurna dan juga memberikan tempat tinggal yang sempurna juga. Menjadi orang Indonesia adalah anugerah terindah dari Tuhan Yang Maha Esa. Nama lengkap dari negara Indonesia ini adalah Republik Indonesia atau biasa disingkat dengan RI. Jumlah penduduknya mencapai 258 juta jiwa, sehingga menempatkan Indonesia menjadi negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia. Tentu saja predikat ini sangat menguntungkan, karena berarti Indonesia mempunyai banyak sumber daya manusia untuk bisa memajukan bangsanya. "Bangga menjadi orang Indonesia" merupakan slogan khas bagi masyarakat Indonesia yang ingin memperkenalkan bangsanya kepada orang asing. Atau juga slogan bagi mereka untuk menunjukkan bahwa betapa ia mencintai tanah airnya terhadap orang-orang disekitar.

Apa yang kurang dari Indonesia? Sumber daya alam yang melimpah ruah dan negeri yang aman sentosa benar-benar rezeki dari Allah s.w.t yang sangat luar biasa dan tak dimiliki oleh negara-negara lainnya. Ini juga merupakan tanda-tanda dari Tuhan bahwa jika Allah s.w.t mencintai suatu negeri, maka pasti negeri tersebut akan makmur dan berlimpah rezeki.

Menjadi orang Indonesia pada zaman sekarang merupakan keuntungan yang luar biasa dan patut disyukuri. Bagaimana tidak? Kita tidak perlu merasakan pahitnya perjuangan saat masa penjajahan beratus-ratus tahun lamanya. Nenek moyang kita mengorbankan seluruh jiwa raganya untuk bisa merdeka dari kaum penjajah yang kerap berlaku bengis dan terus menyiksa rakyat Indonesia. Harta benda, keluarga, bahkan nyawa pun menjadi taruhannya. Suatu masa yang bahkan kita tidak merasakannya sekarang sedikit pun. Peluh demi peluh, akhirnya terbayar saat Indonesia mengumumkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Merdeka!! Bangsa Indonesia telah resmi merdeka dari kaum penjajah dan bebas untuk menentukan pilihan untuk hidup tanpa belenggu tangan-tangan penjajah lagi. Namun apadaya, penjajah kembali datang dan tak mau mengakui bahwa negara Indonesia sesungguhnya telah merdeka.

Biadab, sungguh kaum penjajah terus saja datang untuk bisa menguasai Indonesia. Namun, dengan perjuangan gigih rakyat Indonesia. Indonesia berhasil menumpas para penjajah dan berhasil mempertahankan kemerdekaan yang hakiki hingga saat ini. Kita juga tidak perlu merasakan lelahnya menghafal Pancasila di bawah tekanan, karena takut jika disangka antek-antek dari PKI. Kebebasan berpendapat dirampas oleh pemerintah pada saat itu, kehebatan-kehebatan yang diumbar ke luar negeri oleh media-media pada waktu itu, menjadi suatu tanda tanya besar. Apakah memang murni itu yang terjadi di Indonesia? Atau hanya karangan pemerintah saja agar citra bahwa pemerintahan saat itu berjalan dengan baik? Sungguh pada masa itu, pelanggaran HAM terjadi dimana-mana. Ibaratnya kita tidak melawan penjajah asing, melainkan melawan penjajah dari negeri sendiri. Ironis.

Tahun demi tahun bergulir, hingga akhirnya Indonesia berada pada zaman reformasi. Zaman dimana orang-orang mengatakan bahwa demokrasi adalah masa keemasan saat ini. Namun, kebebasan yang terlalu "bablas" dan tak tahu aturan pun menjadi momok menakutkan dibalik embel-embel negeri yang demokratis ini. Kita berada pada zaman sekarang, dimana pendidikan dan cinta tanah air menjadi masalah di negara ini. Moral yang bobrok, semakin mengikis keramahtamahan orang Indonesia yang dikenal di negeri-negeri luar. Agama yang hanya dijadikan tameng untuk berbuat kerusakan di tanah air tercinta ini. Sudah selayaknya slogan "Bangga menjadi orang Indonesia" tak hanya menjadi sekedar wacana saja dan benar-benar dipraktekkan, sehingga dampak positif mencintai tanah air ini akan terlihat di lapangan, tidak hanya sekedar menjadi tulisan.


Mungkin, memang tidak ada alasan kita untuk mengeluh karena kita menjadi orang Indonesia. Menjadi negara berkembang, sudah sepatutnya agar kita justru menjadi bersemangat untuk bercita-cita menjadi negara maju suatu saat nanti. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita terus berusaha dan pantang menyerah agar bisa bersaing dengan negara-negara maju lainnya. Semangat! Karena hanya rakyat yang cinta negerinya yang bisa memajukan bangsanya sendiri menuju Indonesia yang lebih baik.

No comments:

Post a Comment